Takalar, Celebestoday.com – Pemerintah Kabupaten Takalar memperkuat kompetensi aparatur melalui Pelatihan Pengadaan Barang dan Jasa bagi Pengguna Anggaran (PA) dan Kuasa Pengguna Anggaran (KPA).
Kegiatan berlangsung di lantai dua Hotel Mercure Makassar Nexa Pettarani, Jalan AP Pettarani No. 4, Kelurahan Gunung Sari, Kecamatan Rappocini, Kota Makassar, Sulawesi Selatan, Selasa (14/7/2026).
Pelatihan diselenggarakan oleh Bagian Pengadaan Barang dan Jasa Sekretariat Daerah Kabupaten Takalar.
Kegiatan mengusung tema Penguatan Kompetensi dan Integritas Pengguna Anggaran dan Kuasa Pengguna Anggaran.
Pelatihan mengacu pada Peraturan Presiden Nomor 46 Tahun 2025.
Kegiatan dijadwalkan berlangsung selama tiga hari.
Peserta berasal dari seluruh organisasi perangkat daerah serta para camat se-Kabupaten Takalar.
Sejak pembukaan, suasana pelatihan berlangsung tertib dan penuh antusiasme.
Ruangan dipenuhi tujuh meja bundar dengan kapasitas delapan peserta pada setiap meja.
Seluruh meja terisi penuh oleh peserta yang mengikuti materi secara serius.
Bupati Takalar Mohammad Firdaus Daeng Manye hadir bersama jajaran kepala perangkat daerah dengan mengenakan seragam khaki.
Direktur RSUD H Padjonga Daeng Ngalle, Ruslan Ramli, tampak mengikuti kegiatan dari meja kedua barisan depan.
Sementara Camat Galesong Selatan, Nurhidayat Abdullah, berada di meja sisi kiri ruangan bersama peserta lainnya.
Dalam pemaparannya, Bupati Daeng Manye menegaskan proses pengadaan barang dan jasa pemerintah wajib berpegang teguh pada regulasi yang berlaku.
Menurutnya, setiap tahapan pengadaan harus memiliki administrasi yang tertib serta pertanggungjawaban hukum yang jelas.
Ia mengingatkan seluruh PA dan KPA agar memahami proses pengadaan secara menyeluruh.
Mulai dari perencanaan, penganggaran, pemilihan penyedia, pelaksanaan hingga pelaporan harus berjalan dalam satu sistem pemerintahan yang terintegrasi.
Daeng Manye menilai pengadaan bukan sekadar memenuhi prosedur administrasi.
Ia menegaskan seluruh pekerjaan pemerintah harus menghasilkan manfaat yang benar-benar dirasakan masyarakat.
“Saya tidak ingin ada pengadaan yang hanya selesai di atas kertas. Setiap rupiah anggaran harus menghasilkan manfaat yang benar-benar dirasakan masyarakat, karena itulah ukuran keberhasilan kerja pemerintah,” tegas Bupati Takalar Mohammad Firdaus Daeng Manye.
Ia juga menegaskan setiap usulan kegiatan akan melalui proses penyaringan secara berlapis sebelum memasuki tahapan pengadaan.
Menurutnya, hanya program yang benar-benar mendukung kebutuhan daerah dan memiliki manfaat jelas yang akan memperoleh persetujuan pelaksanaan.
Daeng Manye berharap seluruh PA dan KPA mampu menjaga integritas dalam setiap pengambilan keputusan sehingga pelaksanaan pengadaan berjalan transparan, akuntabel, dan bebas dari penyimpangan.
Sementara itu, Camat Galesong Selatan, Nurhidayat Abdullah, menilai pelatihan tersebut semakin memperkuat pemahaman aparatur terhadap tata kelola pengadaan yang akuntabel.
“Materi ini mengingatkan kami bahwa keberhasilan pengadaan bukan hanya selesai sesuai prosedur, tetapi juga memastikan setiap anggaran benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat di lapangan,” ujar Nurhidayat Abdullah.
Pelatihan ini diharapkan menjadi bekal bagi seluruh PA dan KPA dalam meningkatkan kualitas tata kelola pengadaan barang dan jasa di lingkungan Pemerintah Kabupaten Takalar sehingga setiap program pembangunan berjalan efektif, tepat sasaran, dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
(Mr)

