Takalar, celebestoday.com – Peserta KKN PPM UNHAS Gel.106 Wilayah Takalar 2 Posko 3 yang bertempat posko di Desa Lakatong Kecamatan Mangarabombang. Pelaksanaan KKN tersebut dimanfaatkan mahasiswa KKN untuk melakukan pengabdian kepada masyarakat melaui realisasi pelaksanaan program program kerja, salah satunya membuat Pupuk Organik Cair (POC) dari limbah Ikan Bagi Masyarakat Petani di Desa Lakatong yang dilakukan oleh Risfa mahasiswa Fakultas Ilmu kelautan dan perikanan serta sebagai peserta KKN PPM Unhas Gel.106 Takalar 2 dan sekaligus selaku koordinator wilayah.
Kegiatan ini dihadiri oleh perwakilan kelompok tani se-desa Lakatong serta dihadiri langsung oleh PLT Kepala desa dan sekertaris desa Lakatong. Kegiatan ini dilaksanakan pada Jumat, 30 Juli 2021 di aula kantor desa Lakatong dengan memberikan materi dasar terkait kegiatan kemudian dilanjutkan dengan praktek pembuatan pupuk cair.
Alat dan bahan dalam pembuatan pupuk cair ini sangat mudah diperoleh di lingkungan sekitar. Selain itu, pupuk organik cair ini juga ramah lingkungan serta sangat bermanfaat bagi tanaman. Apalagi masyarakat di desa Lakatong dominan berprofesi sebagai petani
Sambutan PLT Kepala Desa (Muh.Anwar S.H) mengatakan “Kegiatan ini dianggap perlu untuk dilaksanakan karena melihat desa Lakatong sebagai desa kawasan pertanian sekaligus berada di kawasan pesisir pantai, sehingga pembuatan pupuk cair dari limbah ikan untuk tanaman petani cocok dilaksanakan di desa ini, untuk kedepannya saya berharap peserta KKN juga bisa memanfaatkan limbah lain sebagai bahan utama pembuatan pupuk cair” ujarnya
Koordinator wilayah Takalar 2 sekaligus sebagai pemilik program kerja pembuatan pupuk (Risfa) mengatakan dalam sambutannya “Kegiatan ini sebagai kewajiban saya sebagai peserta KKN di bidang PPM maka saya berinisiatif melaksanakan pembuatan pupuk cair ini dengan berbahan dasar limbah ikan (air cucian ikan), karena melihat baigournd pendidikan saya dari jurusan perikanan. Berharap melalui kegiatan ini masyarakat bisa sedikit terbantu dalam memperoleh pupuk untuk tanamannya, apalagi di masa pandemi seperti sekarang pupuk bersubsidi harganya semakin melonjak. Ucapnya dalam sambutan
(*/Mr)


Leave a Reply