TAKALAR, CELEBESTODAY COM – Proyek pembangunan Sekolah Rakyat yang berlokasi di Dusun Bontosunggu, Desa Pa’rappunganta, Kecamatan Polongbangkeng Utara, Kabupaten Takalar, Sulawesi Selatan, kini memasuki tahap akhir penyelesaian.
Proyek tersebut berada di bawah Kementerian Pekerjaan Umum melalui Direktorat Jenderal Prasarana Strategis.
Dalam dokumen proyek, pekerjaan tersebut tercantum dengan nama Pembangunan Sekolah Rakyat Provinsi Sulawesi Selatan 2 yang berlokasi di Kabupaten Takalar.
Penyedia jasa proyek tercatat merupakan PT Nindya Karya (Persero) KSO PT Bumi Perkasa Sidenreng dengan nomor kontrak PB.02.01-Gs3/SP/484 tertanggal 17 November 2025.
Pembangunan sekolah yang menjadi bagian dari program pemerataan akses pendidikan itu diklaim telah mencapai progres sekitar 80 persen dan saat ini memasuki tahap penyelesaian akhir.
Pengawas Lapangan Proyek Sekolah Rakyat Takalar, Putu Sumantra, mengatakan pembangunan sekolah tersebut dirancang sebagai kawasan pendidikan terpadu yang mencakup jenjang SD, SMP hingga SMA.
Menurutnya, sekolah yang dibangun di atas lahan seluas 5,6 hektare itu diharapkan menjadi ruang belajar yang nyaman sekaligus mendukung pengembangan karakter peserta didik.
“Kami saat ini telah memasuki tahap penyelesaian akhir dengan progres pekerjaan sekitar 80 persen. Sekolah Rakyat ini dirancang sebagai kawasan pendidikan terpadu yang diharapkan dapat menjadi ruang tumbuh bagi siswa untuk belajar, berkembang, dan mempersiapkan masa depan yang lebih baik,” ujar Putu Sumantra.
Ia menjelaskan, sejumlah fasilitas penunjang pendidikan telah dibangun di kawasan tersebut.
Fasilitas itu meliputi sembilan bangunan asrama siswa dan siswi, dua rumah susun guru, tiga bangunan kantin, dapur umum, gedung serbaguna, masjid, hingga guest house.
Selain itu, tersedia pula sarana olahraga berupa lapangan mini soccer, lapangan basket, dan lapangan voli.
Menurut Putu, fasilitas tersebut disiapkan untuk menunjang proses pendidikan sekaligus mendukung pengembangan minat dan bakat peserta didik.
Di tengah tingginya aktivitas pembangunan, pihaknya mengaku tetap menerapkan standar Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) dalam seluruh tahapan pekerjaan.
“Pelaksanaan proyek tetap mengedepankan penerapan standar Keselamatan dan Kesehatan Kerja atau K3 secara konsisten. Komitmen ini menjadi bagian penting untuk memastikan seluruh tahapan pembangunan berjalan aman, tertib, dan berkualitas,” katanya.
Ia menegaskan keselamatan kerja menjadi perhatian utama di tengah tingginya intensitas pekerjaan dan target penyelesaian proyek yang cukup ketat.
Selain fokus pada pembangunan fisik, proyek tersebut juga disebut memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat sekitar.
Sejak dimulai, pembangunan Sekolah Rakyat Takalar melibatkan sekitar 800 tenaga kerja.
Dari jumlah tersebut, sekitar 200 pekerja berasal dari Kabupaten Takalar dan wilayah sekitarnya.
Keterlibatan tenaga kerja lokal disebut menjadi salah satu bentuk kontribusi proyek terhadap pemberdayaan masyarakat.
“Banyak warga memperoleh kesempatan mendapatkan penghasilan sekaligus meningkatkan keterampilan kerja di bidang konstruksi melalui proyek ini,” ujarnya.
Tak hanya menyerap tenaga kerja, aktivitas pembangunan juga dinilai turut menggerakkan roda ekonomi masyarakat setempat.
Berbagai kebutuhan operasional proyek membuka peluang usaha bagi pelaku UMKM dan penyedia jasa di sekitar lokasi pembangunan.
Putu menegaskan keberhasilan pembangunan tidak hanya diukur dari berdirinya bangunan, tetapi juga dari manfaat yang dirasakan masyarakat selama proses pembangunan berlangsung.
Karena itu, keterlibatan masyarakat lokal menjadi bagian penting dalam pelaksanaan proyek tersebut.
Ia berharap kehadiran Sekolah Rakyat Takalar nantinya dapat menjadi salah satu model pengembangan pendidikan terpadu yang mendukung pemerataan akses pendidikan berkualitas.
“Dengan konsep sekolah berasrama, fasilitas yang lengkap serta lingkungan belajar yang terintegrasi, sekolah ini diharapkan mampu menghadirkan pengalaman belajar yang lebih optimal sekaligus menjadi investasi jangka panjang bagi kemajuan daerah,” tutup Putu Sumantra.

