Bupati Takalar Letakkan Batu Pertama Irigasi Tersier di Bontokadatto, 470  Hektare Sawah siap Dialiri Air 

Takalar, celebestoday.com – Bupati Takalar Mohammad Firdaus Daeng Manye meletakkan batu pertama pembangunan jaringan irigasi tersier di Lingkungan Bantinoto I, Kelurahan Bontokadatto, Kecamatan Polongbangkeng Selatan, Kabupaten Takalar, Sulawesi Selatan, Rabu (22/7/2026).

Pembangunan jaringan irigasi tersebut menjadi salah satu upaya Pemerintah Kabupaten Takalar memperkuat infrastruktur pertanian guna menjamin ketersediaan air bagi lahan persawahan.

Lokasi pembangunan berada di antara Gardu Induk Listrik Tallasa dan Dapur SPPG Bontokadatto.

Panitia menyiapkan satu tenda kerucut dan tiga petak tenda yang berdempetan untuk menampung tamu undangan serta para petani.

Acara dimulai sekitar pukul 09.30 Wita dan dibuka Sekretaris GP3A Bontokadatto Jaya, Daeng Liwang.

Turut hadir Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, Perkebunan dan Ketahanan Pangan Kabupaten Takalar Parawangsa.

Hadir pula Camat Polongbangkeng Selatan Ayatullah Rawatib.

Kapolsek Polongbangkeng Selatan AKP Kaharuddin dan Danramil Kapten Inf Alhan juga mengikuti kegiatan tersebut.

Kabid Sarana dan Prasarana Pertanian Ilham turut mendampingi jalannya kegiatan.

Seluruh pejabat ASN yang hadir mengenakan pakaian putih dengan celana hitam sesuai ketentuan pakaian dinas ASN setiap hari Rabu.

Sekitar 50 ketua kelompok tani dan anggota kelompok tani dari berbagai desa dan kelurahan di Kecamatan Polongbangkeng Selatan ikut menghadiri kegiatan tersebut.

Dalam sambutannya, Bupati Mohammad Firdaus Daeng Manye mengatakan saluran irigasi yang dibangun diharapkan mampu memperkuat suplai air bagi sekitar 470 hektare lahan sawah atau 47 titik layanan irigasi di wilayah Polongbangkeng.

Menurutnya, keberadaan jaringan irigasi menjadi faktor penting untuk menjaga produktivitas pertanian sehingga petani dapat mempertahankan pola tanam hingga tiga kali panen dalam setahun secara bertahap sesuai kondisi lahan.

Daeng Manye menegaskan pemerintah daerah tidak menutup mata terhadap kebutuhan petani dan akan terus memperjuangkan berbagai program pertanian meski di tengah keterbatasan anggaran.

“Air adalah penyambung kehidupan bagi pertanian. Karena itu pemerintah terus memperjuangkan agar pasokan air tetap tersedia sehingga masyarakat bisa terus meningkatkan hasil panennya,” ujar Daeng Manye.

Ia juga mengajak masyarakat menjaga persatuan serta bersama-sama memelihara jaringan irigasi agar manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang.

Selain sektor pertanian, Daeng Manye menyebut pemerintah daerah tetap berupaya memperhatikan berbagai kebutuhan masyarakat mulai dari pendidikan, infrastruktur dasar, hingga pelayanan publik.

Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, Perkebunan dan Ketahanan Pangan Kabupaten Takalar Parawangsa mengatakan pembangunan jaringan irigasi tersebut merupakan hasil perjuangan pemerintah daerah dalam mengawal usulan bantuan ke pemerintah pusat.

Parawangsa menjelaskan Polongbangkeng Selatan menjadi salah satu wilayah yang memperoleh perhatian besar melalui pembangunan irigasi perpompaan dan jaringan irigasi karena memiliki hamparan sawah yang luas.

Ia menyebut terdapat 122 titik irigasi perpompaan di wilayah Polongbangkeng Selatan serta puluhan titik jaringan irigasi lainnya yang dibangun secara bertahap untuk mendukung kebutuhan air petani.

Menurut Parawangsa, selain pembangunan irigasi, pemerintah juga menyiapkan berbagai program pendukung seperti dam parit, sumur dalam, sumur dangkal, hingga distribusi bantuan sarana pertanian kepada kelompok tani.

Ketua Induk Perkumpulan Petani Pemakai Air Daerah Irigasi Pamukulu, Nasir, mengatakan pembangunan jaringan irigasi tersier di Lingkungan Bantinoto I direncanakan memiliki panjang sekitar 300 meter.

Ia berharap pembangunan tersebut segera rampung sehingga aliran air menuju lahan pertanian masyarakat dapat berjalan lebih lancar.

Usai sambutan, Bupati Mohammad Firdaus Daeng Manye bersama unsur Forkopimcam dan jajaran Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, Perkebunan dan Ketahanan Pangan melakukan peletakan batu pertama sebagai tanda dimulainya pembangunan.

(Mr)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *