Takalar, Celebestoday.com – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Takalar, Jalan Chaeruddin Daeng Ngampa Nomor 03, Kelurahan Kalabbirang, Kecamatan Pattallassang, Kabupaten Takalar, Sulawesi Selatan, Rabu (3/6/2026) pagi, aktivitas pelayanan dan koordinasi terkait penerimaan murid baru berlangsung normal.
Sejumlah kepala sekolah tampak berada di kantor dinas untuk berkoordinasi terkait pelaksanaan SPMB tahun ini.
Di depan Ruangan Bidang Pembinaan Sekolah Dasar, terlihat Kepala SD Kalappo, Sahabuddin Empo, duduk di meja panjang bersama beberapa kepala sekolah lainnya.
Mereka tampak berbincang dan menunggu jadwal koordinasi terkait pelaksanaan penerimaan murid baru di satuan pendidikan masing-masing.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Takalar, Dody Ryan Saputra, mengatakan pendaftaran untuk jenjang Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) dilaksanakan dengan sistem yang berbeda.
Menurutnya, proses pendaftaran untuk jenjang SD masih menggunakan sistem offline atau manual.
Sementara itu, untuk jenjang SMP, pendaftaran dilakukan secara online sesuai ketentuan yang telah ditetapkan pemerintah.
“Kalau teknisnya, kalau SD itu masih offline. Yang online itu SMP-nya,” kata Dody Ryan Saputra saat dikonfirmasi di ruang kerjanya.
Ia menjelaskan, pemerintah juga telah menetapkan batas maksimal jumlah peserta didik dalam setiap rombongan belajar atau rombel.
Untuk jenjang SD, jumlah siswa dalam satu rombel tidak boleh melebihi 28 orang.
Sedangkan pada jenjang SMP, jumlah maksimal siswa dalam satu rombel ditetapkan sebanyak 32 orang.
“Kalau SD itu siswanya tidak bisa lebih dari 28 satu kelas. Kalau SMP 32 siswa. Itu sudah ketetapan,” ujarnya.
Dody mengungkapkan pendaftaran peserta didik baru tingkat SD sebenarnya telah berjalan sejak pertengahan Mei 2026.
Menurutnya, tahapan penerimaan murid baru tingkat SD dimulai sejak 17 hingga 18 Mei lalu.
Sementara untuk jenjang SMP, pelaksanaan SPMB dijadwalkan berlangsung pada bulan Juni 2026.
Ia menyebutkan sebelum tahapan pendaftaran utama dibuka, akan ada proses pra-pendaftaran selama tiga hari.
“Kalau SMP-nya bulan ini. Kalau tidak salah tanggal 17 Juni. Ada pra-pendaftaran tiga hari,” jelasnya.
Dalam pelaksanaan SPMB tahun ini, panitia penerimaan murid baru dibentuk hingga tingkat kabupaten dan sekolah.
Dody mengatakan penanggung jawab utama pelaksanaan SPMB berada di bawah koordinasi Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Takalar.
Untuk jenjang SMP, terdapat empat jalur penerimaan yang dapat digunakan calon peserta didik.
Keempat jalur tersebut yakni jalur domisili, prestasi, afirmasi, dan mutasi.
“Pertama domisili, kemudian prestasi, afirmasi, dan terakhir mutasi,” katanya.
Dody menjelaskan bahwa istilah zonasi yang selama ini dikenal masyarakat kini berubah menjadi jalur domisili.
Jalur tersebut tetap menjadi jalur utama dalam penerimaan peserta didik baru di tingkat SMP.
Bahkan, pemerintah menetapkan kuota minimal 50 persen dari total daya tampung sekolah harus dialokasikan melalui jalur domisili.
“Minimal 50 persen kalau SMP itu jalur domisili dari kuota yang ada di sekolah,” ungkapnya.
Sementara itu, jalur afirmasi diperuntukkan bagi calon peserta didik dari keluarga kurang mampu yang dibuktikan dengan kepemilikan Kartu Indonesia Pintar (KIP).
Melalui jalur afirmasi, siswa dapat mendaftar ke sekolah tujuan sesuai ketentuan yang berlaku meskipun berada di luar wilayah domisilinya.
Sedangkan jalur mutasi diperuntukkan bagi anak guru, tenaga pendidik, maupun pegawai yang bekerja di sekitar lingkungan sekolah tujuan.
Persyaratan utama pada jalur mutasi adalah melampirkan surat keputusan atau SK penugasan orang tua.
Menurut Dody, ketentuan tersebut bertujuan memberikan kemudahan bagi keluarga yang memiliki keterkaitan langsung dengan lokasi sekolah.
Selain memastikan seluruh aturan berjalan sesuai ketentuan, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Takalar juga terus melakukan sosialisasi kepada masyarakat.
Sosialisasi dilakukan melalui sekolah-sekolah yang menjadi perpanjangan tangan dinas dalam menyampaikan informasi kepada calon peserta didik dan orang tua.
Sekolah bahkan menerapkan sistem jemput bola dengan mendatangi masyarakat untuk memberikan informasi terkait tahapan dan persyaratan SPMB.
Dody mengakui keterbatasan anggaran membuat sosialisasi secara langsung ke seluruh desa belum dapat dilakukan secara maksimal.
Karena itu, sekolah dan panitia SPMB di tingkat satuan pendidikan diberi peran penting untuk meneruskan informasi kepada masyarakat.
Sementara itu, Kepala Bidang Pembinaan Pendidikan Dasar Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Takalar, Mursalim, mengatakan pihaknya terus melakukan pendampingan kepada sekolah selama proses penerimaan murid baru berlangsung.
Menurutnya, pendampingan dilakukan agar seluruh tahapan berjalan sesuai regulasi dan memberikan pelayanan yang optimal kepada masyarakat.
“Kami terus melakukan pendampingan kepada sekolah dasar dan menengah dalam pendaftaran ini. Kami juga akan terus melakukan sosialisasi terkait SPMB ini,” kata Mursalim.
Di sisi lain, sejumlah orang tua calon peserta didik mulai mempersiapkan proses pendaftaran anak mereka, khususnya untuk jenjang SMP.
Salah seorang orang tua calon peserta didik yang berencana mendaftarkan anaknya di SMP Negeri 1 Takalar mengaku telah mengetahui mekanisme pendaftaran yang akan diterapkan tahun ini.
Ia mengatakan informasi mengenai SPMB telah diterima dari pihak sekolah maupun melalui sosialisasi yang dilakukan pemerintah.
“Setahuku memang pendaftarannya jalur online,” ujarnya.
Ia juga mengaku anaknya akan mengikuti seleksi melalui jalur domisili sesuai alamat tempat tinggal yang dimiliki.
“Anak saya masuk jalur domisili,” katanya.
Dengan berbagai tahapan yang telah disiapkan, Pemerintah Kabupaten Takalar berharap pelaksanaan SPMB Tahun Ajaran 2026/2027 dapat berjalan lancar, transparan, dan memberikan kesempatan yang sama bagi seluruh calon peserta didik untuk memperoleh layanan pendidikan yang berkualitas.
(Red)

