Takalar, Celebestoday.com – Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Takalar melakukan inspeksi mendadak (sidak) harga bahan pokok di Pasar Sentral Takalar, Jalan Jenderal Sudirman, Kelurahan Kalabbirang, Kecamatan Pattallassang, Kabupaten Takalar, Sulawesi Selatan, Selasa (12/5/2026).
Sidak tersebut dipimpin langsung Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Takalar, Nuriksan Nurdin, bersama jajaran bidang perdagangan dan UPTD Metrologi Legal Takalar.
Nuriksan Nurdin mengatakan, sidak tersebut dilakukan untuk memastikan stabilitas harga kebutuhan pokok masyarakat tetap terkendali.
Menurutnya, pengawasan rutin perlu dilakukan terutama menjelang hari besar keagamaan atau momentum tertentu yang berpotensi memicu kenaikan harga.
“Agenda kita hari ini adalah turun langsung ke pasar mengecek harga-harga bahan pokok di bidang hilir pasar. Karena biasanya di hari-hari besar keagamaan maupun hari-hari tertentu biasanya terjadi lonjakan harga,” ujar Nuriksan Nurdin.
Ia mengatakan, pemerintah daerah ingin memastikan harga kebutuhan pokok tetap dapat dijangkau masyarakat sesuai daya beli.
“Kita berharap supaya lonjakan harga itu bisa dipantau atau dikontrol. Kalaupun ada terjadi kenaikan, itu tidak signifikan naik,” katanya.
Selain mengecek harga, tim Disperindag Takalar juga melakukan pemeriksaan terhadap alat ukur, takar, timbang, dan perlengkapannya atau UTTP milik pedagang.
Pemeriksaan dilakukan untuk memastikan timbangan pedagang masih sesuai standar dan tidak merugikan konsumen.
“Kalau beras satu kilo ya memang harus satu kilo, tidak kurang dari itu,” jelas Nuriksan.
Ia menegaskan, pihaknya tidak akan segan menyita timbangan pedagang apabila ditemukan tidak sesuai standar tera.
Menurutnya, sanksi berat dapat diberikan jika pelanggaran dilakukan berulang kali.
“Kalau didapatkan berkali-kali, maka kita akan sita permanen timbangannya atau berujung pada pencabutan surat izin usaha atau surat izin menyewa tempat di pasar,” tegasnya.
Nuriksan menyebut, hingga saat ini pihaknya belum menemukan adanya kecurangan timbangan di Pasar Sentral Takalar.
Namun, ia mengakui ada beberapa komoditas bahan pokok yang mengalami kenaikan harga meski belum terlalu signifikan.
“Ada beberapa harga bahan pokok yang sedikit mengalami kenaikan, tapi tidak begitu mempengaruhi harga barang tertentu,” katanya.
Kepala UPTD Metrologi Legal Takalar, Supriadi, menjelaskan seluruh alat timbang yang digunakan pedagang wajib memenuhi standar tera.
Menurutnya, setiap alat timbang baru harus lebih dulu dilaporkan untuk dilakukan tera sebelum digunakan.
“Semua timbangan di daerah ini sudah harus standar. Jadi kalau pedagang membeli alat UTTP yang baru, itu harus dilaporkan dulu ke Metrologi untuk di-tera,” ujar Supriadi.
Ia mengatakan, tera ulang dilakukan secara berkala setiap tahun untuk memastikan alat timbang tetap akurat.
Selain itu, pihaknya juga siap melakukan pemeriksaan ulang apabila terjadi kerusakan alat timbang di tengah masa penggunaan.
“Hal ini dilakukan untuk memberikan keyakinan kepada masyarakat bahwa ukuran timbangan ini sudah pas dan layak digunakan,” jelasnya.
Dalam sidak tersebut, petugas juga berdialog langsung dengan sejumlah pedagang terkait kondisi harga dan stok barang.
Seorang pedagang beras dan minyak goreng, Muhammad Alimin, mengatakan harga beras premium saat ini mencapai Rp13.800 per kilogram.
Menurutnya, harga tersebut mengalami kenaikan dibandingkan bulan sebelumnya.
“Kemarin itu masih Rp13.600, lalu naik sedikit ke Rp13.800 dan bertahan sampai sekarang,” katanya.
Sementara untuk beras medium, ia menjual dengan harga Rp11 ribu per liter atau sekitar Rp10.500 per kilogram.
Ia mengaku penjualan beras saat ini cenderung melambat karena daya beli masyarakat menurun.
“Stok beras sekarang penjualannya agak lambat, tidak secepat biasanya,” ujarnya.
Muhammad Alimin juga menyebut harga minyak goreng merek Minyakita dijual Rp22 ribu per kemasan.
Menurutnya, masyarakat lebih banyak mencari produk minyak goreng dengan harga terjangkau dibanding merek premium.
Di lapak pedagang rempah dan cabai, Nurmiah Dg Lino mengungkapkan harga cabai rawit merah terus mengalami kenaikan dalam sepekan terakhir.
Ia mengatakan harga cabai rawit saat ini dijual Rp40 ribu per kilogram.
“Naik terus ini. Sejak minggu lalu harganya naik setiap hari,” kata Nurmiah.
Menurutnya, kenaikan harga cabai berkisar Rp500 hingga Rp1.000 per kilogram setiap hari.
Selain cabai, harga tomat juga mengalami kenaikan karena banyak barang yang cepat busuk.
“Tomat itu ambilnya 16 ribu, saya jual 20 ribu satu kilonya, soalnya banyak yang busuk-busuk juga,” ujarnya.
Disperindag Takalar memastikan pengawasan harga dan tera timbangan akan terus dilakukan secara rutin di pasar tradisional.
Langkah tersebut dilakukan agar stabilitas harga tetap terjaga serta hak konsumen dalam mendapatkan barang sesuai ukuran dan kualitas tetap terlindungi.
(Mr)

